Archive

Archive for July, 2009

Whenever there is hope, there is life …

July 13th, 2009

Setiap orang punya harapan dalam hidupnya. Semua orang mungkin berdoa semoga harapannya jadi kenyataan. Yang orang sering lupa adalah, harapan tersebut menjadi kenyataan berikut dengan konsekuensinya. Pernah nonton film Bedazzled ? Yang main Liz Hurley dan Brendan Fraser. Liz Hurley jadi jin cantik yang tugasnya mengabulkan permohonan Brendan Fraser. Dan Brendan pun mengajukan harapan-harapannya. Mulai dari jadi kaya, sampai jadi cowok sensitif J (jeez, gue nggak tahu kalau sampai perlu kekuatan jin untuk jadi sensitif buat seorang cowok). Semuanya dikabulkan, hanya saja semuanya membawa konsekuensi masing-masing. Kaya tapi jadi gembong mafia. Jadi sensitif tapi akhirnya diputusin pacarnya justru karena terlalu perasa. Hehe..

Bahkan Cinderella pun mendapatkan harapannya untuk pergi ke pesta dansa Pangeran dengan konsekuensi pulangnya nggak boleh lebih dari jam 12 malam (untung Pangerannya nggak bikin partynya di klub, kalo iya, mungkin Cinderella nggak ketemu dia. Lha, pesta di klub mana yang udah rame sebelum jam 12 malem, coba?)

Kita nggak mungkin berharap dengan detail. Unless, lo memang bisa memperkirakan ya, konsekuensi dari harapannya apa, sehingga elo bisa mengambil langkah preventif dengan merinci bagaimana elo pengen harapan tersebut menjadi kenyataanya. Hahaha.. tapi gue rasa nggak ada yang kaya gitu. Soalnya banyak yang ketika mereka mendapatkan apa yang diharapkan, ternyata nggak menyangka bahwa ada akibatnya. They don’t realize that getting the expectation comes in a package with the consequences. Akhirnya apa? Kita kaget dengan konsekuensi tersebut. Akhirnya malah kita melupakan, kalo sebenernya kita sudah mendapatkan yang kita harapkan.

Jadi, bijak-bijaklah kalau punya harapan. Karena kita nggak pernah tahu dengan cara apa dia menjadi kenyataan, apa akibat yang dibawanya. Tapi juga jangan jadi takut berharap. Hell, gue sih memilih, berharap dengan bebas, dan berurusan dengan konsekuensinya, daripada jadi nggak punya harapan sama sekali. What good is it life without hope?

Post to Twitter

A Cup of Tea