Gue dan dua orang teman gue, Prima dan Irma, memutuskan untuk mencoba-coba berbisnis kaos anak sekitar akhir tahun lalu. Well, awalnya sih Prima dan Irma yang punya konsep dan gue minta diajak ikutan..hehe…
Setelah melalui proses produksi yang cukup seru, karena kedua teman gue itu sempat menembus lorong-lorong perumahan kumuh di sekitar Tanah Abang untuk mencari bahan kaos yang sesuai, akhirnya kita siap launching. Terima kasih Tuhan, ternyata ada event yang tepat untuk launching ini. FISIP UI Fun Fair 2009 membuka jalan. Dengan menumpang stand mamanya Prima (terima kasih ya, Tante Pui dan Nay’s accessories J), kita bersiap untuk tampil di bazaar, yang juga akan jadi launching Zippykidz.
07.05
Gue terima SMS dari Prima. Dia sudah di lokasi dan lagi siap-siap. Gue sendiri sedang di jalan. Untuk event ini, gue bawa keluarga lengkap. Nyokap, adek gue, ipar gue dan ponakan gue yang baru berumur 2 tahun.
08.00
Gue sampai di lokasi. Tempat bazaarnya di lapangan parkir depan FISIP UI. Stand buat kita lumayan strategis, karena dekat pintu masuk. Prima dan adiknya sedang mengatur display yang dirancang dengan konsep…jemuran..hehe.. Jadi, kaos-kaos itu kita gantung di tali rafia dan talinya direntangkan dari tiang stand satu ke tiang lainnya. Beneran kaya jemuran. Apalagi setelah gue tambahin jepitan yang fungsinya sebenernya buat menahan supaya si kaos tetap terpajang dengan baik.
08.30
Prima cabut. Dia nggak bisa ikutan jaga stand karena harus dateng ke acara Open House (calon) sekolah anaknya. Irma dateng dengan membawa setumpuk stok kaos lain. Berhubung lagi hamil, dia cukup niat dengan membawa kursi lipat plastik sendiri. Jaga-jaga in case nggak disediain tempat duduk, katanya. Gue sempat berdoa, “Ya Allah, kasih kami kemudahan dalam usaha.”
Lokasi bazaar masih sepi, walaupun MC di panggung sudah mulai berkoar-koar.
08.50
We sold the first piece! Seorang mbak manis (pastinya) menjadi pembeli pertama kaos Zippykidz! Yippieee…. Gue langsung SMS Prima dan ngebilangin berita bahagia ini. Lebai?? Biariiiinnnn…
09.00
Irma dan gue berbagi tugas. Gue ngurusin pembayaran, Irma ngurusin pencatatan stok. Belajar dari apa yang gue alami kalo belanja di ITC, gue berdiri di depan stand, mengundang pembeli masuk sambil senyum dan menyapa, “silakan, Kak, dilihat dulu. Ada ukurannya lho, Kak” SPG abis deh pokoknya.. Mungkin kalo ada yang mau sewa gue buat jadi SPG di weekend, gue mau tuh..hehe..
09.15
Keponakan gue yang super aktif itu gue endorse dengan kaos Zippykidz. Di punggungnya gue tempelin brosur Zippykidz yang ada tulisannya gede-gede ‘SALE’. Terus gue bilangin ke ponakan gue,”Nua, lari-lari sekitar sini ya. Terus teriak ‘kaos,kaos’.. oke??”. Ponakan gue mengangguk dan teriak “Caos, Caos”. Hmmm, bolehlah. Walaupun gue sempet kuatir orang akan nyangkain kita jualan saos tomat.
09.30 sampai 17.00
The T-Shitrts was sold one by one. Gue dan Irma sampai kegirangan sendiri. Nggak tahu sih apakah ini termasuk penjualan yang cepat atau lambat, soalnya kan kita belum punya perbandingan sama sekali. Yang jelas, penjualan hari itu melebihi dari target yang kita set. Kebayar deh, pegel-pegel jagain stand dan keringetan seluruh badan. Hehe… Prima yang balik lagi pas sore juga cukup heran bahwa kita bisa dapet target penjualan hari itu.
All in all, capek pastinya… tapi gue belajar banyak hari itu. Tentang persiapan launching usaha, tentang pelayanan terhadap pengunjung dan tentang follow up setelah launch. Agak kepanjangan kalo gue tulis semuanya di postingan ini. Lain kali, gue mungkin akan buat posting sendiri mengenai key learning dari launching usaha kecil kami. In the mean time, minta doanya yaaa… untuk kelangsungan Zippykidz…

Zippykidz